個人檔案

加入日期: 2022年11月5日

關於

5 Adat Unik di Indonesia yang Dilaksanakan untuk Melestarikan Alam


Alam dan pariwisata sebagai dua hal yang punyai hubungan yang kuat dan sama-sama memberikan dukungan. Alam tentu mempunyai daya magnet dan keelokan yang selanjutnya jadi satu tempat wisata. Tetapi, alam sebaiknya terus terbangun supaya daya tariknya selalu terurus dan tetap dikagumi semuanya orang.


Karena itu, diperlukan kesadaran semuanya orang untuk selalu jaga alam bisa selalu lestari. Bersamaan dengan desas-desus lingkungan yang ada sekarang ini, telah banyak usaha yang sudah dilakukan untuk jaga kelestarian alam, tetapi, sebetulnya upaya-upaya ini bukan hal yang baru.


Kesadaran jaga alam dan lingkungan telah berada di warga serta jadi tradisi-tradisi yang unik. Ingin tahu apa tradisi-tradisi unik yang sudah dilakukan sebagai wujud usaha jaga kelestarian alam yang berada di Indonesia? Berikut dari https://www.dyogya.com salah satunya.


Mantari Bondar, Sumatera Utara

Sebagai adat Dusun Hatabosi, sebuah kependekan dari 4 dusun, yakni Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap. Mantari Bondar sebagai kearifan lokal yang telah berumur beberapa ratus tahun yang sudah dilakukan untuk jaga rimba dan sumber air.


Mantari memiliki arti menteri, sementara Bondar sebagai aliran atau saluran air, hingga maknanya pada intinya ialah petugas yang jaga aliran air dan rimba. Mantari Bondar sendiri mengepalai Penjago Bondar yang semua diputuskan lewat rapat tradisi warga di tempat.


Lewat adat ini, warga Dusun Hatabosi memiliki komitmen untuk jaga kelestarian rimba dan pelestarian air yang sebagai sumber khusus mereka dalam memperoleh air bersih dan air untuk lahan-lahan pertanian.


Ruwat Laut, Dusun Pulau Pahawang

Adat ruwat laut telah jadi adat untuk warga pesisir. Awalannya banyak diadakan oleh warga di pesisir pulau Jawa dan menebar sampai ke Sumatera, terutamanya di Lampung. Pada intinya, adat ini sebagai pernyataan rasa terima kasih pada Tuhan yang sudah memberi karunia dari laut sekalian permintaan pelindungan dari Tuhan.


Adat ini diawali dari doa yang dipegang seorang pemuka agama selanjutnya dituruti dengan pelepasan kepala kerbau yang awalnya disembelih berdasar tata langkah keagamaan dan diletakkan di atas perahu yang telah dihias.


Rasulan, Yogyakarta

Adat Rasulan di Gunung Kidul, Yogyakarta sebagai langkah untuk mengutarakan perasaan sukur warga di tempat sesudah lakukan panen berlimpah sekalian untuk merti atau bersih dusun sebagai usaha memperoleh keselamatan dan buang beberapa hal negatif di dusun agar terbebas dari semua musibah dan penyakit.


Adat ini umumnya dilaksanakan satu tahun sekali dan mempunyai serangkaian acara yang dapat diadakan sepanjang beberapa hari bergantung dari persetujuan masyarakat dusun. Adat ini umumnya dengan diawali kerja-bakti selanjutnya ada banyak perlombaan.


Pokok adat ini ialah acara selamatan yang dengan diawali kumpulkan hasil bumi dari masyarakat yang diatur dalam gunungan lalu masyarakat ikut membuat hidangan-sajian ciri khas dusun, yang selanjutnya diarak keliling dusun.


Paca Goya, Tidore

Sebagai adat dari warga Daerah Kalaodi, Tidore yang berdasar pengetahuan sekarang ini ialah sebuah upacara jaga alam. Paca bermakna bersihkan sementara goya ialah tempat sakral.


Secara konseptual, adat Paca Goya sebagai ritus tradisi di lokasi yang sakral untuk keselamatan anak cucu masyarakat Kalaodi dan secara tradisi dilaksanakan untuk berdamai sekalian berteman dengan alam sekitaran.


Adat ini telah dilaksanakan secara temurun dan umumnya dilaksanakan sesudah musim panen besar. Berkaitan dengan alam, adat ini sebagai usaha masyarakat Kalaodi tidak untuk menghancurkan dan ambil berlebihan dari alam. Loyalitas ini digenggam secara kuat lewat sumpah yang disebutkan Bobeto yang maknanya siapa menghancurkan alam, akan dirusak alam.


Sasi, Maluku dan Papua

Maluku dan Papua dikenali mempunyai keelokan alam baik laut dan darat yang selalu terbangun. Ini karena satu diantaranya ialah karena ada adat Sasi atau dalam istilah lokal maknanya larangan.


Adat ini telah dilaksanakan secara temurun dalam masyarakat Maluku dan Papua dan dilaksanakan sampai sekarang ini. Adat Sasi sebuah larangan untuk memetik atau bersumber daya alam tertentu di daerah tradisi sepanjang beberapa saat. Adat ini dapat dilaksanakan di darat atau di laut, Seperti di Wisata Alam Gunung Kidul.


Di darat adat Sasi dilaksanakan untuk larang penduduknya memetik hasil kebun tertentu, apabila di laut, larangan memetik dilaksanakan untuk beberapa jenis ikan tertentu. Adat ini dilaksanakan sebagai usaha untuk jaga ekosistem dan komunitas supaya tidak hancur atau habis.


Beberapa adat di atas sebagai bukti jika pada intinya warga kita punyai kepedulian yang tinggi dalam jaga kelestarian alam, karena alam sudah sediakan segala hal yang diperlukan di kehidupan setiap hari.


Dengan mengenal tradisi-tradisi yang ada ini, diharap kita juga dapat mempunyai kesadaran yang serupa untuk dapat ikut jaga alam sekitaran kita, dan bukan hanya untuk sekedar dicicipi keelokannya.

GeofHamlet

更多動作