個人檔案

加入日期: 2022年10月25日

關於

Museum dan seni kelestarian lingkungan



Tak lagi cukup untuk museum untuk cuma berperan sebagai monumen konservasi — mereka saat ini harus konsentrasi pada pelestarian juga. Saat peralihan cuaca dengan terburu-buru munculkan kepalanya yang jelek, lembaga-lembaga besar mempunyai tanggung-jawab kesadaran baru dalam soal efeknya pada lingkungan.


Ini dapat sulit, karena melestarikan masa lampau, mendidik saat ini dan membuat masa datang tiba dengan ongkos yang terang. Kontrol cuaca, penerangan, keamanan; ini ialah faktor-faktor yang berperanan dalam efektifitas dan kesuksesan sebuah museum. Mereka berperan sebagai kontributor besar pada imbas lingkungannya. Tetapi https://www.javatravel.net/history memastikan bahwa berita baiknya ialah museum di penjuru dunia sedang menulis kembali buku mengenai infrastruktur, pemakaian energi, pengendalian sampah, dan banyak untuk kurangi efeknya dan pastikan peninggalan dan budaya global dilestarikan untuk angkatan kedepan.


Di tahun 2017, saat pemerintahan federasi AS menjadi satu diantara dari 3 negara yang keluar Kesepakatan Cuaca Paris, tanggapan global yang kuat dari 194 negara pada teror peralihan cuaca, beberapa orang turun ke sosial media untuk mengutarakan keterkejutan dan amarah mereka. Sebagian dari pesan ini mengkatalisasi sebuah pergerakan.


Sarah Sutton, kepala Museum Terus-menerus dan rekanan penulis "The Green Museum: A Primer on Environmental Practice", membuat tagar untuk melawan keputusan pemerintahan dan umumkan jika instansi budaya tetap ada di ring untuk melawan peralihan cuaca. Sepanjang minggu #MuseumsforParis memperoleh daya magnet di internet, We Are Still In (WASI) dibuat. Konsolidasi ini meliputi lebih dari 2.700 negara sisi, kabupaten, kota, perguruan tinggi, suku, usaha, dan pimpinan yang lain sebagai wakil beberapa ekonomi dan warga AS yang menghargai arah Kesepakatan Paris dan memiliki komitmen untuk tindakan cuaca. Sutton memegang sebagai pimpinan bidang untuk instansi budaya untuk WASI dan yakin museum bisa mainkan peranan khusus dalam peralihan global.


"Museum simpan pada sebuah badan bermacam sumber daya fisik dan cendekiawan, kekuatan, kreasi,


kebebasan, dan kewenangan untuk menggerakkan peralihan yang paling diperlukan dunia." Cuplikan ini datang dari artikel yang dicatat bersama oleh Sutton untuk Curator: The Museum Journal. Untuk menggerakkan peralihan itu, Sutton merekomendasikan empat cara awalan yang penting yang bisa diambil oleh instansi mana saja dengan selekasnya dan secara bertepatan untuk bergerak ke yang terus-menerus.


"Penilaian pertama dapat berbentuk penilaian dalam atau pendekatan yang lebih simpel untuk tingkatkan kesadaran," kata Sutton. Museum yang lebih kecil bisa memakai kalkulator karbon yang fokus pada lokal unfccc.int/climate-action/climate-neutral-now, sementara museum yang semakin besar bisa memakai segi usaha dari carbonfund.org. "Ke-2 ukuran instansi bisa mengundang donor untuk memodali pembelian karbon offset untuk jumlah itu, dan memakai program offset bersertifikasi PBB untuk membikin opsi yang aman dan bertanggungjawab," ucapnya.


Ini kerap gratis atau dibantu oleh utilitas. Laporan itu akan menerangkan permasalahan seperti kebocoran AC, pemakaian energi yang terlalu berlebih, dan perlengkapan yang tidak efektif. "Daftar fokus pembaruan yang dibuat dan jalinan apa saja dengan stimulan dan hibah akan menolong berencana pergantian untuk efektivitas atau penyempurnaan dan saat membuat kasus permodalan ke donor," kata Sutton.


"Peralihan dalam peraturan … mengisyaratkan kesadaran Anda akan kedukaan khalayak sekalian memungkinkannya untuk mengirit sumber daya dan uang," kata Sutton. Sedotan logam yang bisa dipakai kembali dan sedotan kertas yang ada berdasar keinginan ialah alternative yang baik. Ini dapat juga membuat momen untuk hilangkan semua produk sekali saja pakai, di luar keselamatan dan kesehatan, yang hendak kurangi ongkos, tenaga kerja, penyimpanan, dan pemborosan.


Dengan mengulas beberapa topik ini, kita jadi lebih nyaman sama mereka. Ini mempermudah untuk bekerja sama di dalam mengganti sikap kita dan mendapati jalan keluar untuk permasalahan ini. "Pembicaraan mengubah cuaca jadi rintangan bersama dibanding teror yang hebat," kata Sutton.


Museum ialah lembaga pengajaran, dan dengan topik yang serupa keutamaan untuk komune global seperti peralihan cuaca, penting untuk menjadikan visi mereka untuk tingkatkan kesadaran dan memberitahukan ke khalayak.


"Sebagai instansi amal, kami mempunyai tanggung-jawab untuk memakai semua sumber daya kami dengan arif: ini terhitung uang, sudah pasti, dan energi, tanah, udara, air, dan produk dari sumber daya itu," kata Sutton. "Untuk sia-siakan atau menghancurkan sumber daya itu harus menanyakan status faedah khalayak kita. Sebagai lembaga komune, kita mempunyai kewajiban untuk jaga pengunjung, tetangga, staff, dan komune kita. Untuk tingkatkan resiko warga karena langkah kami membuat dan menjalankan bangunan kami, atau karena kami tidak berhasil berencana membuat perlindungan mereka dan koleksi kami, tidak bertanggungjawab dan harus menanyakan status keyakinan kami."


Smithsonian National Museum of the American Indian menyimpan perhatian khusus pada pekerjaan ini, karena kepedulian yang dalam pada lingkungan terikat kuat ke hubungan suci budaya asli. Di tahun 2017, saat NMAI dianugerahkan Sustainability Excellence Award dari American Alliance of Museums, itu ialah pucuk dari 1 dasawarsa dari beberapa langkah kecil dan besar yang diambil untuk kurangi imbas lingkungan mereka.


"Tangani permasalahan sampai Anda pahaminya, dan dalam pengetahuan itu ada penuntasan," kata Jane Sledge, associate director untuk koleksi di Museum Macan Jakarta.


Satu acara secara eksklusif berperan sebagai panggilan untuk kesadaran lingkungan untuk staff NMAI. Di tahun 2007, dalam hubungan dengan Live Earth, museum jadi tuan-rumah untuk Al Gore untuk bicara mengenai peralihan cuaca. Ini memengaruhi pendekatan museum pada topik itu, dari program khalayak sampai operasi intern. Komite terus-menerus dibuat dan dipimpin oleh staff kustodian, yang mengaplikasikan training daur ulangi, pengendalian sampah, dan pembersihan hijau. Dengan kontribusi konselor terus-menerus dan loyalitas management senior untuk maksud ini, memberikan langkah awal ini ke proses kerja hasilkan sertifikasi NMAIs LEED (Leadership in Energy and Environmental Desain) oleh Green Building Council di tahun 2011—menjadikan NMAI sebagai museum Smithsonian pertama untuk capai status ini.


"Team yang terbagi dalam beberapa orang ini benar-benar percaya jika ini ialah masa datang planet dan anak-anak mereka," kata Sledge. "Kami mempunyai misi yang serupa: Keberhasilan tiba dari loyalitas dan pribadi yang di inspirasi."


Saat ini, Sledge menulis langkah Smithsonian mengaplikasikan praktek terus-menerus ke operasi setiap hari, seperti mencari daur ulangi, pengomposan, dan sampah electronic; latih staff cafe mengenai praktek kompos terbaik, jalani audit HVAC, dan mengaplikasikan sistem irit energi. Langkah-langkah memerlukan semakin banyak pertimbangan dibanding lainnya. Staff sekarang ini mengincar sertifikasi LEED untuk Pusat Sumber Daya Budaya, yang memuat koleksi. Tetapi, karakter ringkih dari artefak ini membutuhkan syarat konservasi khusus berkenaan kelembapan dan temperatur, yang bisa bikin rugi lingkungan dan bujet.


Di Field Museum di Chicago, anggota staff ialah kunci sukses tiap usaha terus-menerus. Baik itu mempromokan pemakaian angkutan umum dan keterlibatan dalam Bike to Work Week, atau memakai dan menjaga kebun komune staff, komune museum mendapati langkah untuk tersambung keduanya sekalian membuat perlindungan lingkungan.

Timmothy Fleming

更多動作